Alasan Riedl Minimalkan Peran Pemain Naturalisasi

Share on Facebook34Share on Google+0Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0
HANOI, VIETNAM - NOVEMBER 22:  Indonesia coach Alfred Riedl looks on during the 2014 AFF Suzuki Cup Group A match between Vietnam and Indonesia at the My Dinh Stadium on November 22, 2014 in Hanoi, Vietnam.  (Photo by Stanley Chou/Getty Images)
Alfred Riedl, pelatih kepala timnas Indonesia.

Dalam skuat bayangan Indonesia di Piala AFF 2016, pelatih kepada Alfred Riedl hanya mengantongi satu nama pemain naturalisasi yakni Stefano Lilipaly. Meski belum pernah mengikuti pemusatan latihan, Lilipaly tetap masuk dalam skuat bayangan tersebut.

Tidak ada nama-nama pemain naturalisasi lainnya seperti Raphael Maitimo, Cristian Gonzales, Greg Nwokolo, Bio Paulin, maupun Victor Igbonefo yang kini sedang bermain di Liga Thailand.

Ternyata sang pelatih sudah mempunyai alasan tersendiri mengapa dirinya tidak memanggil para pemain naturalisasi tersebut. Riedl tampaknya akan lebih memberikan kesempatan para pemain muda untuk meraih jam terbang bermain di kompetisi internasional.

Tercatat ada delapan pemain yang dulu pernah bermain bagi timnas U-19 era Indra Sjafri: Evan Dimas, Muhammad Hargianto, Hansamu Yama, Putu Gede Juni Antara, Septian David Maulana, Ricky Fajrin, Rudolof Yanto Basna, hingga Muchlis Hadi Ning.

“Usia pemain naturalisasi sudah terlalu tua. Sedangkan saya fokus untuk memilih pemain muda. Itulan yang menjadi alasan saya tidak memanggil mereka,” ujar Riedl seperti yang dikutip dari Juara.

“Selain itu, beberapa kualitas mereka juga tidak terlalu bagus. Saya cukup kecewa melihat performa mereka. Jadi itu merupakan alasan lainnya,” tambah Riedl.

comments