Curhatan Hati Seorang Balotelli

Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0
WARSAW, POLAND - JUNE 28: Antonio Cassano (L) and Mario Balotelli of Italy prior to the UEFA EURO 2012 semi final match between Germany and Italy at the National Stadium on June 28, 2012 in Warsaw, Poland.  (Photo by Michael Steele/Getty Images)
Mario Balotelli (kanan) bersama Antonio Cassano di timnas Italia.

Penyerang Italia yang kini sedang ‘berbunga-bunga’ di Prancis bersama OGC Nice, Mario Balotelli mengungkapkan kesiapannya jika masih dibutuhkan oleh tim nasional Italia.

Terakhir kali Balotelli berseragam timnas Italia adalah Piala Dunia 2014 lalu. Usai dari ajang tersebut, Balotelli hanya mendapat satu kali panggilan dari Antonio Conte, dan sampai saat ini belum pernah mendapat panggilandari pelatih baru Italia, Giampiero Ventura.

“Saya hanya menunggu momen yang tepat bagi saya,” ujar Balotelli kepada Gazzetta dello Sport.

“Jika saya belum dipanggil untuk memperkuat timnas, itu berarti masih ada yang lebih baik bagi saya. Namun saya selalu siap jika panggilan itu datang.”

Selain itu, Balotelli juga ditanyai mengenai beberapa pelatih yang pernah melatihnya dirinya selama ini.

“Pelatih terbaik sejauh ini? Roberto Mancini. Ia adalah orang yang fantastis. Saya berhutang budi padanya. Setelah Mancini, mungkin ada Lucien Favre dan Jose Mourinho.”

“Pelatih terburuk? Bukan, bukan Jurgen Klopp. Saya tidak banyak berbicara dan mengenal dirinya. Situasinya memang cukup sulit pada saat itu.”

“Kekecewaan saya justru ada pada sosok Brendan Rodgers. Saya senang mengikuti sesi latihan dengannya. Namun jika ditanya mengenai hubungan pribadi dengannya. itu adalah sebuah bencana besar,” ungkap Balotelli.

comments