Mencari Penguasa Kota Abadi

Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0
ROME, ITALY - APRIL 08:  Team of Roma and team of Lazio before the Serie A match between AS Roma and S.S. Lazio at Stadio Olimpico on April 8, 2013 in Rome, Italy.  (Photo by Giuseppe Bellini/Getty Images)
Derby Roma pada 8 April 2013.

Italia sudah begitu lama dikenal sebagai salah satu negara yang sangat menggilai sepak bola. Beberapa indikatornya antara lain prestasi mentereng negeri ini di kancah sepak bola dunia lewat koleksi empat titel Piala Dunia dan satu gelar Piala Eropa, serta banyaknya klub-klub sepak bola profesional maupun amatir yang tersebar di penjuru negeri, mulai dari perbatasan dengan Swiss di utara sampai Pulau Sisilia di selatan.

Keberadaan klub sepak bola yang begitu banyak acapkali membuat sebuah kota di Italia mesti terbelah dalam dua warna yang berbeda. Ya, ada banyak sekali kota di negeri spaghetti yang memiliki lebih dari satu kesebelasan sepak bola.

Hal ini menyebabkan Italia sanggup menelurkan belasan bahkan puluhan laga derby, sebut saja Derby Della Madonnina antara AC Milan dan Internazionale Milano, Derby Della Mole yang jadi arena tempur Juventus versus Torino atau Derby Della Lanterna yang mempertemukan Genoa dan Sampdoria. Laga derby sendiri merupakan pertemuan dua tim yang pada umumnya memiliki kedekatan geografis atau punya rivalitas prestasi.

Satu diantara banyak derby yang sangat mahsyur dari Italia adalah perjumpaan AS Roma dan Lazio, dua klub yang berasal dari kota abadi, Roma. Partai ini sendiri lazim disebut dengan nama Derby Della Capitale. Dipertandingkan pertama kali pada 1929, duel ini selalu berhasil memantik atmosfer panas dan penuh gengsi.

Salah satu momen paling brutal dan menyayat hati di Derby Della Capitale adalah tewasnya seorang pendukung Lazio bernama Vincenzo Paparelli ketika menyaksikan laga panas ini di tahun 1979. Seperti dikutip dari cnn.com, Paparelli tewas akibat terkena lemparan flare dari tifosi AS Roma.

Berdasarkan statistik yang ada, sampai saat ini kedua kubu telah berjumpa sebanyak 180 kali di seluruh kompetisi. Namun jika dikerucutkan hanya pada kompetisi Serie A, laga AS Roma versus Lazio telah dipertandingkan sebanyak 144 kali. I Lupi, julukan AS Roma, untuk sementara unggul dengan memenangi 51 laga sedangkan Gli Aquilotti, nickname Lazio, hanya mampu menang di 36 partai.

Namun pertemuan kedua kubu kali ini akan terasa lebih menarik ketimbang biasanya lantaran AS Roma maupun Lazio sama-sama tengah berada di performa terbaiknya. Kedua tim ini beriringan duduk di posisi dua dan empat klasemen sementara Serie A dengan koleksi masing-masing 29 dan 28 poin. Jujur saja kondisi ini cukup jarang terjadi dalam beberapa musim terakhir.

Penampilan anak asuh Luciano Spalletti dalam lima pertandingan terakhir terbilang cukup baik dengan memenangi empat pertandingan. Satu-satunya hasil minor yang diderita Francesco Totti cs. adalah saat menyambangi markas Atalanta pada giornata ke-13 lalu.

Disisi lain, performa yang diperlihatkan tim besutan Simone Inzaghi malah jauh lebih impresif. Marco Parolo dkk. tak terkalahkan di lima pertandingan pamungkas yang mereka jalani. Dalam rentang waktu tersebut mereka sukses menorehkan empat kemenangan dan satu hasil seri.

Maka wajar bila Romanisti dan Laziale akan sangat menantikan laga derby kali ini. Masing-masing kubu layak untuk merasa optimis bahwa kesebelasan jagoan mereka bakal memenangkan laga.

Berkaca pada statistik pertemuan kedua tim selama beberapa musim terakhir, kubu serigala tercatat masih lebih unggul ketimbang tim elang. Secara fantastis, AS Roma berhasil menorehkan rekor tak terkalahkan di Derby Della Capitale sejak musim 2013/2014. Rinciannya yakni empat kemenangan dan dua hasil imbang.

Kemenangan terakhir yang didapat Lazio pada derby ibukota bahkan terjadi cukup lama yakni pada 26 Mei 2013 alias tiga tahun silam. Tepatnya di laga final Piala Italia yang kebetulan juga dipentaskan di Stadion Olimpico Roma.

Beberapa nama diapungkan bisa menjadi penentu di laga ini, namun yang paling ramai disebut adalah Edin Dzeko dan Ciro Immobile. Kebetulan dua pemain berposisi penyerang ini sama-sama sedang tajam. Dzeko yang asal Bosnia Herzegovina telah menyumbangkan 12 gol bagi I Lupi sedangkan Immobile yang asli Italia dan baru bergabung dengan Gli Aquilotti awal musim ini sudah mengemas 9 gol.

Lalu, siapakah yang akan menjadi penguasa kota abadi? Si Serigala AS Roma atau Si Elang Lazio?

Tentukan pilihanmu, sekarang!

comments