Menang 4-0, Kiatisuk Apresiasi Skuat Thailand

Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0
Thailand, Piala AFF

Pelatih Thailand Kiatisuk Senamuang memberi apresiasi tertinggi kepada anak asuhnya di depan awak media usai memenangi leg kedua semifinalAFF Suzuki Cup 2016 melawan Myanmar dengan skor 4-0, Kamis (8/12).

“Kita harus memberikan apresiasi tertinggi kepada para pemain yang berhasil keluar dari tekanan lawan usai mencetak gol pertama tadi. Instruksi di ruang ganti mampu dijalankan para pemain dengan baik dan kami berhasil mencetak tiga gol tambahan dan keluar sebagai pemenang tanpa ada pemain yang cedera,” puji Kiatisuk.

Mantan pemain timnas Gajah Putih itu juga memuji pressing ketat yang diperagakan Aung Thu cs.

“Myanmar bermain dengan baik hari ini, pressing tiggi yang diterapkan berjalan baik namun pemain kami telah siap untuk mengatasinya.”

Tidak lupa, Kiatisuk mengutarakan pendapatnya terkait lawan mereka di partai puncak nanti, Indonesia.

“Kini tersisa dua laga lagi untuk merengkuh trofi juara, meski kami berhasil memenangi pertemuan pertama (di fase grup) tapi kami harus melalui laga itu dengan sulit dan kebobolan dua kali. Mereka (Indonesia) tim yang bagus.”

Sementara kekecewaan terlontar dari pihak Myanmar yang diwakili oleh asisten pelatih Miroslav Jagajic.

“Kami merasa kecewa dengan kekalahan ini. Kami tidak pernah menyangka akan kebobolan sebanyak ini, sungguh berbanding terbalik dengan harapan para fans,” ujar Jagajic.

Penyelesaian akhir menjadi faktor utama timnya gagal memberikan perlawanan pada laga tadi.

“Kami memiliki masalah dengan penyelesaian akhir, ada beberapa peluang yang gagal dimanfaatkan dan kami harus menerima hasil akhir 4-0 ini,” sambung sang asisten.

Selain itu, ia juga meminta maaf kepada publik Myanmar atas kekalahan telak ini.

“Ini adalah situasi yang sulit bagi para pendukung kami, mereka telah memberikan segalanya dan kami pun telah mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin, namun ternyata ini tidak cukup.”

Akan tetapi Aung Thu cs. tidak ingin larut dalam kekecewaan, karena menurutnya ini adalah pelajaran berharga bagi tim yang bermaterikan pemain muda.

“Kami mendapat pengalaman berharga dari kejuaraan ini, ada sekitar enam pemain yang belum genap berusia 20 tahun, dan kami yakin para pemain muda ini dapat belajar banyak untuk membuat Myanmar lebih baik,” tutup Jagajic.

 

comments