Perjuangan Kashima Untuk Sepak Bola Jepang!

Share on Facebook126Share on Google+0Tweet about this on TwitterPin on Pinterest0
kashima-3
Skuat Kashima yang berterima kasih atas dukungan para suporternya.

Kashima memang kalah dari Real Madrid dalam partai puncak Piala Dunia Antar Klub 2016. Banyak media yang mengatakan bahwa ini adalah mission imposibble bagi tuan rumah Kashima. Namun, semangat juang mereka tidak meluntur. Madrid harus bermain hingga babak perpanjangan waktu untuk menjadi pemenang.

Bagi para pemain Kashima, kalah tetaplah kalah. Mereka gagal memboyong trofi tersebut. Hal ini juga tergambarkan dari komentar para pemain yang dilontarkan usai pertandingan. Namun tidak bagi para suporter setianya. Kashima tetap menjadi juara di hatinya.

“Kami kalah di partai puncak, finis di urutan kedua tidak berarti apa-apa.” ujar Naomichi Ueda, pemain bertahan Kashima kepada FIFA.

Sempat unggul 2-1 di awal babak kedua, Kashima harus kalah oleh salah satu pemain terbaik dunia saat ini: Cristiano Ronaldo. Hat-trick dari Ronaldo membuyarkan impian Kashima.

“Tidak ada artinya bermain baik di babak pertama dan kedua, jika kami bermain buruk di babak tambahan waktu.” tambah Ueda.

Ueda juga mengajak rekan-rekannya untuk belajar banyak dari laga kali ini. “Kami berhasil mencetak gol, dan itu membuat Madrid semakin tersengat. Bermain bagus tidaklah cukup saat menghadapi tim seperti Madrid. Ini bukan hasil yang baik, namun saya ingin jadikan pelajaran laga ini untuk kedepannya.”

Sementara itu, striker Kashima, Shuhei Akasaki juga ikut memberikan komentarnya.

“Sangatlah mengecewakan kami gagal menang. Namun setidaknya kami bisa menunjukkan kepada dunia, inilah yang bisa Kashima lakukan. Ini tidak hanya baik bagi Kashima, tapi juga bagi sepak bola Jepang,” ujarnya.

Sebelum beranjak ke tahun baru, Kashima Antlers masih akan menjalani laga Emperor’s Cup menghadapi Sanfrecce Hiroshima pada 24 Desember mendatang. Laga tersebut akan dimanfaatkan Kashima untuk menjadi obat pelipur lara.

comments